Close

Literasi Bukan Properti

Ketika Bordieu merumuskan teori kapital budaya (cultural capital) pada tahun 1986, sesungguhnya dia ingin menunjukkan betapa sistem pendidikan itu mereproduksi kesenjangan sosial. Ia menggagas bahwa pengetahuan yang mewujud dalam gaya bicara, gestur seseorang, juga buah pikir dalam bentuk buku, musik, karya seni, serta gelar akademik, cenderung dimiliki dan identik dengan kalangan yang terdidik saja. Seseorang Continue Reading

Membaca Pahlawan

Hakim Hasan bukan hanya seorang penjual buku. Dia menyebut dirinya seorang intelektual jalanan. Yang membedakan dirinya dari penjual buku lain di perempatan jalan 8th Street, Greenwich Street, dan Sixth Street – yang terkenal di New York itu – adalah bahwa dia membaca dan gemar mendiskusikan buku-buku yang dijualnya. Sebagai seorang laki-laki berkulit hitam, tidak berpendidikan tinggi, miskin, Continue Reading

Ruang Tanpa Huruf Kapital

Erin Gruwell hanya ingin mengatakan bahwa penghinaan dan pembantaian itu hanya berjarak sejengkal. Suatu siang, Erin menyentak murid-muridnya dengan amarah yang tak biasanya tumpah. Amarah itu berasal dari selembar gambar karikatur yang dibuat salah satu muridnya. Karikatur murid berkulit hitam itu terlihat bebal dengan hidung besar dan bibir tebal. Juga bodoh, dengan dahi kecil yang Continue Reading

Menapaki Tanah Kelahiran Literasi Ideologis

Oleh: Sofie Dewayani Saat saya menjejakkan kaki di Imam Khomeini International Airport, malam tengah merayap. Akan tetapi, geliat kota Tehran terasa hidup. Jejak kemajuan di negara yang diembargo Amerika ini tampak pada bentang jalan yang mulus dan kokoh, jembatan dan lorong bawah tanah yang bersilangan, menggiring mobil-mobil yang sebagian besar berupa sedan tua berwarna putih buatan Continue Reading

[PIKIR] Membaca di Era Digital

Penulis: Sofie Dewayani Selamat datang di dunia Gen Z, dunianya generasi muda yang melek teknologi. Survei Nielsen di Indonesia pada Oktober 2016 memperkuat ungkapan ini. Survey ini menemukan bahwa anak (usia 10-14 tahun) dan remaja Indonesia (umur 15-19) lebih gemar mengakses internet ketimbang membaca buku. Survey ini lebih jauh menyebutkan bahwa persentase anak yang membaca buku hanya Continue Reading

Open chat
Hello!
Can I Help You?
Powered by