Close

Buku Anak Digital: Apakah Sudah Saatnya?

Ditulis Oleh: Sofie Dewayani (Ketua Yayasan Litara) Tak ada yang memungkiri bahwa teknologi digital telah merambah dunia perbukuan. Namun intervensi digital dalam dunia buku anak cenderung ditanggapi dengan beragam reaksi. Ketika program penumbuhan minat baca mengkampanyekan buku sebagai media untuk mendekatkan interaksi pembaca belia dengan guru, pengasuh, dan anggota keluarga terdekatnya, media digital cenderung dianggap Continue Reading

Litara Mendirikan TBM di Kalimantan Utara

by admin on August 2, 2019   Oleh: Sofie Dewayani (Ketua Yayasan Litara) Litara tidak hanya membuat buku anak bergambar berkualitas dan menyebarkannya ke seluruh Indonesia dengan bantuan lembaga-lembaga sponsor. Litara juga mengupayakan agar buku-buku tersebut dimanfaatkan dengan baik untuk menumbuhkan minat baca dan meningkatkan kecakapan literasi anak. Litara tidak hanya membuat buku anak bergambar berkualitas dan menyebarkannya Continue Reading

Menyemai Aktivisme di Pelosok Kalimantan Utara

by admin on July 8, 2019 Di tulis oleh Sofie Dewayani (Ketua Yayasan Litara) Ungkapan bahwa “siswa sekolah tetapi tak belajar” sebetulnya telah eksis sepanjang sejarah institusi sekolah (schooling). Pada penelitiannya yang diterbitkan tahun 1977, Paul Willis mengkritik bahwa sekolah tak otomatis menciptakan mobilitas vertikal. Kalangan pekerja (working-class) yang sekolah tak lantas ‘naik kelas’ menjadi kalangan menengah. Continue Reading

Gender Dalam Cerita Anak

by admin on June 25, 2019 Ditulis Oleh Sofie Dewayani (Ketua Yayasan Litara) Memasuki abad ke-21 ini, kesetaraan gender mungkin dianggap sudah usang. Wanita dan anak perempuan di Indonesia kini menikmati akses ke pendidikan, layanan kesehatan, layanan kesejahteraan sosial, juga memiliki peran sosial dan politik yang lebih baik dibandingkan pendahulunya di masa lampau. Namun, kesetaraan dalam kehidupan Continue Reading

Buku Anak dan Identitas Indonesia di FBF 2015

PERHELATAN akbar Frankfurt Book Fair (FBF) sudah usai. Lampu sorot yang menerangi panggung utama tempat Indonesia tampil sebagai tamu kehormatan telah dipadamkan. Properti pertunjukan telah dikemas. Buku-buku yang mendandani penampilan Indonesia di panggung pentas dunia itu kembali ke tempatnya semula di negeri ini. Mereka (buku-buku) meng huni sudut-sudut sunyi. Kesempatan tampil dan menjadi pusat perhatian Continue Reading